Jumat, 23 Desember 2016

FEELINGS (PART 6): WHEN EVERYTHING HAS END


“Kenapa Karin harus dipenjara begitu, sih? Kasihan, kan? Siapa yang melakukan ini, maka akan mendapat balasannya dariku!” teriak Haruka.
“Sudahlah, Haruka. Pengganggu itu memang sudah berubah.Dia bukan lagi Karin yang kau kenal dulu.Di dalam dirinya, ia memang selalu ingin tinggal di penjara,” celetuk Koto.
“Apa katamu?!”
“Dia memang seharusnya di sana, Haruka,”
“Aku akan datang ke sana nanti!” kata Haruka.Ia pun berbalik meninggalkan Koto.
ooo0ooo
“Tidurlah, Karin. Aku yakin, kau akan segera bertemu Shiro nantinya. Tenanglah, Shiro ada di sini,” kata Harada dengan lembut.Ia membelai rambut cokelat Karin.
“Aku tak bisa tidur, Harada,” sahut Karin.
“Tenang saja.Biar aku yang mengurus semuanya.Kau tak usah panik, sis. Aku bisa mengurus semua keperluanmu,”
“Aku tidak mengantuk!” bentak Karin.Harada menghilang begitu saja.
TOK-TOK-TOK…
“Karin, kau belum bisa tidur?” terdengar suara seorang lelaki.
Yuichi.
“Yuichi?Kau di sini?Iya, aku belum bisa tidur, nih,” sahut Karin.“Kenapa aku selalu dilayani olehmu?Dan hanya kaulah sipir penjara yang mau berbaik hati pada tahanan sepertiku.Dan juga hanya akulah yang kau perhatikan? Kenapa?” tanya Karin. Yuichi membuka jeruji besinya.Karin pun keluar.
“Karin… aku melakukan itu karena aku… aku me…” kata Yuichi tergagap. DEG! Jantung Karin berdegup kencang.
“Aku benar-benar me…”
“Aahh… kurasa, kau tak perlu menjelaskannya padaku,” kata Karin sambil mengernyitkan dahinya.
“Tidak, tidak, Karin.Aku bisa menjelaskannya.Itu karena aku benar-benar me… aku benar-benar mengenalimu,” kata Yuichi.
“Tentu saja kau mengenaliku. Aku kan, sudah lama berada di sini. Dan kau juga berbohong.Itu bukan sebenarnya yang ingin kau katakan padaku,” sahut Karin sambil berbalik. TEPP… Yuichi menggandeng tangan Karin.
“Jangan… kau harus rileks dulu.Ayo, ikut aku.Jangan emosi dulu, kau akan melihat sesuatu yang tak pernah kau lihat seumur hidupmu, Karin-chan,” kata Yuichi.Ia mengajaknya keluar. Lapangan tahanan. Yuichi membawanya ke sana. Bintang-bintang bertaburan dengan indahnya.Bulan purnama bersinar terang.
Rambut cokelat Karin berkibar perlahan.Ia melongok keatas.
Rasi bintang Taurus.
Rasi bintang Leo.
ooo0ooo
Dahulu, mereka saling merayakan ulang tahun bersama.Namun sayang, mereka sudah meninggal.
ooo0ooo
“Akh!” jerit Karin.
“Ada apa?” tanya Yuichi.
“Aku mengingat sesuatu. Sesuatu yang tak pernah kualami seumur hidupku, tapi aku merasa seperti pernah mengalaminya,”
“Teruskan,”
ooo0ooo
Dahulu, mereka saling menyuapi makanan satu sama lain. Namun sayang, mereka sudah meninggal.
ooo0ooo
“Takoyaki.Dia pernah menyuapiku takoyaki.Aku menyuapinya sushi,” kata Karin.
“Teruskan,” suruh Yuichi.
ooo0ooo
Dahulu, mereka pernah berpelukan erat.Namun sayang, mereka sudah meninggal.
ooo0ooo
“Aku mengerti semua ini!” jerit Karin.“Aku pernah mengalaminya.Aku pernah mengalaminya dulu sekali.20 tahun yang lalu. Namun sayang, tak lama kemudian aku meninggal,”
“Aku juga mengingatnya.Aku mengalami hal sama denganmu,” sahut Yuichi. “Berarti… aku pernah hidup sebagai orang yang berbeda,”
ooo0ooo
Pagi itu, Haruka rajin sekali sudah menyiapkan segalanya.Makanan, botol minum, dan sepucuk pistol beserta 10 butir peluru.
“Haruka… kau mau kemana pagi-pagi buta begini?” tanya kakaknya.
“Bukan urusanmu.Aku akan mengunjungi sahabatku,” sahut Haruka.
“Ya, ya. Kau akan mengunjungi sahabatmu. Tapi kenapa kau membawa pistol, sih? Kau akan membunuhnya, ya?”
“Sejak kapan aku membunuh? Aku akan berjaga-jaga jika ada orang jahat. Tempat sahabatku itu dihuni oleh ratusan orang jahat yang siap menyerangku kapan saja,” sahut Haruka sambil melangkah keluar kamarnya.Namun, sang Kakak tahu apa yang ingin dilakukan oleh adiknya.
Mengunjungi Karin di penjara.
“Ketahuan kau, Haruka.Kau bersahabat dengan tahanan itu. Dan kau juga akrab dengan sipir penjara itu, sama seperti sahabatmu. Tahanan itu akan segera mati. Dan sipir penjara itu juga akan mati,” gumam kakaknya.Ia menyeringai. “Tapi sesungguhnya, aku bukanlah kakakmu. Kakakmu tidur di dalam peti mati untuk selamanya,”
Sosok lelaki itu membuka wig-nya yang berwarna hitam, dan mencopot soft lens-nya yang berwarna kelabu.Terlihatlah mata kuningnya yang terang.Ia memakai topeng scream-nya dan membuntuti Haruka.
SRING!
Ia mengeluarkan pisau putih transparan. Senjata dari masa depan.
“Entah kenapa aku bisa berada di zaman ini.Padahal, ini sudah 142 tahun yang lalu,” gumamnya.“Oh, ya.Aku ingat sekarang.Aku kembali ke zaman ini karena alasan yang tidak logis bagi sebagian orang. Membunuh,”
ooo0ooo
“Hooaahhmm…” Karin menguap dan menggeliat.Ia melihat sekelilingnya. Para tahanan yang lain lenyap. Seorang penjaga datang.
“Nona, ada tamu untukmu,” katanya.Ia membuka jeruji besinya. Masuklah seorang gadis remaja seumurannya dengan rambut pink yang mencolok.
“Haruka?”Karin terkejut.
“Karin?” Haruka membalas.Kedua sahabat itu saling berpelukan.
“Kenapa kau datang kemari?” tanya Karin.
“Aku hanya rindu kepadamu.Ini, kau sudah sarapan, belum?Aku bawakan takoyaki kesukaanmu.Aku yang memasaknya sendiri, lho,” kata Haruka.Ia menyodorkan sebuah kotak makan berisi takoyaki yang masih hangat. Karin menghirup aroma enak dari takoyaki tersebut.Ia memakannya perlahan, lalu habis.
TOK-TOK-TOK!
Sebuah tongkat dipukulkan pada jeruji besi.Karin menoleh. Senyum manis merekah dari bibir lelaki itu.
“Ayo, Karin. Kita keluar,” katanya.Karin mengangguk.
“Yuichi, biar kuperkenalkan sahabatku. Ini Haruka. Beri salam, Yuichi,” kata Karin.
“Tak perlu, Rin.Aku sudah mengenal Yuichi sejak lama sekali.Bahkan jauh sebelum aku mengenalmu.Aku sahabatnya sejak kami masih berusia 10 tahun,” sahut Haruka.Karin tersenyum. Kemudian, ia bangun dari kasurnya dan melangkah keluar.
“Si Karin ada?”
“Oh, dia baru saja keluar. Tapi, aku tak tahu dia dimana sekarang,”
“Jadi… kau tak ingin memberitahukannya padaku?Ya sudah. Bersiaplah untuk… mati,”
CROT!
“Aakkhh!”
“Ada apa di sana?” tanya Yuichi pada dirinya sendiri. Ia menoleh ke belakang diikuti Karin dan Haruka. Penjaga itu telah tewas berlumuran darah. Sementara itu, tampak sekelebat bayangan melesat cepat dari kejauhan.
“Pembunuh!!!!!!” jerit Karin.
“Biar kukejar dia. Kalian tunggu saja di sini!” tegas Yuichi.Ia melangkah ke depan. NGEK… Karin menarik tangannya.
“Jangan.Pokoknya jangan.Kau bisa terbunuh olehnya,” rayu Karin.
“Tidak, Karin. Jika aku tak segera bertindak, maka akan ada lebih banyak korban,” sahut Yuichi.Ia melepaskan pegangan tangan Karin dan melesat cepat mengejar pembunuh kejam itu. Sayangnya, para penjaga tak ada yang datang mengejarnya. Mereka tidak tahu jika teman mereka sudah tewas. Dan akhirnya, Yuichi juga yang harus turun tangan.
“Haruka, ayo. Kita harus memperingatkan para penjaga dan tahanan yang lain untuk mencari pembunuh itu,” ajak Karin.
“Ya, kita harus cepat!” sahut Haruka.Mereka berdua berlari menuju lapangan tahanan. Karin berhenti di depan. Sepertinya, mereka tak tahu jika bahaya sedang mengintai mereka.
“Semuanya!!! Kalian harus waspada!!! Ada pembunuh di penjara ini!!! Dia telah membunuh seorang penjaga!!! Waspadalah!!!” teriak Karin.
“Apakah kami akan mempercayaimu, Nak?Tentu tidak, hahahaha!” sahut seorang penjaga.
“Sial, mereka tidak mau mendengar. Di mana Yuichi?” tanya Karin.
“Awas kau!Kembali!” terdengar suara Yuichi.Semua orang yang ada di lapangan menoleh.Yuichi mengejar pembunuh bertopeng itu sampai ke lapangan. Sepertinya, ia sangat berbahaya. Pembunuh itu mengacungkan pisau transparan miliknya.Namun, Yuichi berhasil memojokannya dan dikelilingi oleh para penjaga.
“Kau tak bisa kemana-mana lagi sekarang,” kata salah seorang penjaga.
“Kalian siap? Para tahanan! Bantu kami! Sekarang, kalian dianggap sebagai pembantu, oke?!Kalahkan sialan ini!” suruh Yuichi. CREK…
Haruka mengisi pistolnya dengan peluru.
“Inilah kenapa aku membawa pistol.Jika dia berusaha membunuhku, maka aku akan membunuhnya,” kata Haruka. Para tahanan yang lain mengambil senjata seadanya. Mereka mengambil batu koral besar. “Kau punya senjata?” tanya Haruka.
“Tidak,” sahut Karin.
“Baiklah, kurasa kau akan punya ide bagus untuk mengalahkannya tanpa senjata,” kata Haruka. DOR! Suara tembakan pistol memecah keramaian, membuat semua orang terdiam.
“Jangan biarkan pembunuh itu lari!” teriak Haruka.
“Hajar dia!!!” teriak Yuichi. BAK-BUK-BAK-BUK! Semua orang yang tampak di sana terus memukulinya dan melemparinya dengan batu. KRAK… topeng scream yang dikenakannya retak dan jatuh.Ia menutupi wajahnya dengan tudung. CREK… ia mengeluarkan senjatanya. Sebuah senapan modern nan futuristik kini ada di tangannya. SYAT! SYAT! SYAT!
Senapan itu menembakan laser yang hanya sekedip mata, dan membunuh sebagian dari mereka.Satu persatu mayat bergelimpangan dengan lubang di dadanya. DOR-DOR-DOR! Haruka menembaki pembunuh itu.Namun, ikat pinggang yang dikenakannya melindunginya.Medan magnet kembali memantulkan peluru-peluru itu.Haruka tidak menyerah menembakinya.Medan magnet itu pun menghilang, dan dia merebut pistol dari tangan Haruka.
DOR! DOR! DOR!
“Aarrgghh!”Yuichi mengerang kesakitan.Sebuah peluru masuk ke dalam betisnya, pinggangnya, dan lengan kiri atasnya.Seragamnya basah oleh darah.
“Yuichi, kau baik-baik saja?” tanya Haruka.
“Aku baik… jangan biarkan dia lolos… kau harus menelpon polisi, cepat!” suruh Yuichi.Haruka mengambil ponselnya dan menelpon polisi.Tak lama kemudian, polisi datang.Helikopter juga datang dan mendarat di lapangan.Polisi menerobos masuk ke dalam pagar dan memasuki lapangan.
“Berhenti!Jangan ada yang bergerak!” teriak seorang polisi.SYAT! SYAT! Dua orang polisi tewas. Bahkan Kevlar yang mereka pakai tak mampu melindungi tubuh mereka dari kilatan laser.
“Dia berbahaya… Kevlar pun tak mampu melindungi tubuh.Berarti… aku harus mengalahkan pembunuh itu… sendirian,” kata Yuichi.Ia bangkit dan mengambil tongkatnya. “Kau adalah calon tahanan di sini, bro,”
“Oh, ya?Kurasa tidak,” sahutnya.Ia menyingkap tudungnya. Karin, Haruka, dan Yuichi terbelalak kaget. “Akhirnya kalian ingat juga,”
“Koto?!” seru mereka bertiga.Ternyata, itu adalah Koto.Benar-benar mengerikan.
“Kedatanganku sudah diramalkan oleh sepupumu yang telah bunuh diri, Karin.Takeda.Takeda meramalkanku lewat short film berjudul The Time Traveler.Aku memang seorang berandalan yang akhirnya menjadi psikopat.Koto.Aku berasal dari tahun 2158, 142 tahun dari sekarang,” kata Koto.
“Aku adalah sosok dibalik semua ini, Karin!Aku pernah membunuhmu.Harada.Shiro.Mereka sudah pernah kubunuh. Tapi ternyata, aku menemukan Harada lagi dan ingin kubunuh saja dia. Aku memfitnahnya, aku yang mencuri tas wanita itu. Aku yang membunuh pria itu.Aku yang menyuap hakim agar dia menolak mentah-mentah omonganmu dan kau masuk ke dalam penjara!”
“Tidak mungkin…” kata Karin.Ia mulai mengingat sebagian memori dalam kehidupan lamanya sebagai Harada. Ia mengingat bagaimana Shiro melindunginya. Dan ia merasakan keberadaan Shiro di sini. Bereinkarnasi sebagai seorang lelaki.
Yuichi bangkit.Ia menyeringai dan mengangkat tongkatnya. Ia memukuli Koto habis-habisan dan Koto berusaha menembaknya. Namun, Yuichi dengan gesitnya menghindar.Ia berhasil melumpuhkan Koto.
“Kenapa kau sangat ingin bertarung denganku? Padahal kau bukanlah target utamanya. Target utamanya adalah Karin!” kata Koto.
“Itu karena aku tak ingin Karin jadi targetnya! Biarlah aku yang jadi targetnya!” sahut Yuichi.
“Kau ditahan, Nak,” kata seseorang.Polisi itu meringkus Koto.Ia menjerit sejadi-jadinya saat dipaksa masuk ke dalam mobil polisi. Para polisi berlalu begitu saja, dan penjara kembali seperti sedia kala.Para tahanan dan penjaga kembali bersantai di lapangan.
“Shiro ada di dekatmu,” terdengar suara Harada.Karin kini tahu siapa Shiro.SRASH… hujan mulai turun.Karin mendekati Yuichi.Semua tahanan dan penjaga menoleh untuk menonton Karin dan Yuichi.
KRIK…
“Yuichi… terima kasih telah melindungiku,” kata Karin.
“Tak apa, Harada,” sahut Yuichi.
“Akhirnya kau ingat siapa aku.Aku pun ingat siapa kau.Shiro?Kau adalah reinkarnasi dari Shiro.Kini aku tahu kenapa kau selalu mengistimewakanku.Karena jiwamu,” kata Karin.Yuichi tersenyum.Karin mulai menangis. “Kini aku telah menemukanmu… aku menemukanmu… aku menemukanmu di kehidupan yang lain. Aku sangat merindukanmu.Hiks, hiks,” kata Karin.Ia mendekatkan kepalanya di tubuh Yuichi. Yuichi memeluk Karin erat-erat.
Haruka tersenyum.Karin menangis di dalam pelukan Yuichi.Semua yang ada di lapangan itu berbinar-binar melihat mereka berdua.
“Cieeee…” kata mereka.
“Aku juga telah menemukanmu, Karin,” kata Yuichi.
ooo0ooo
Malam berhujan itu, Karin dibebaskan dari penjara. Liburan 2 bulan sudah habis, dan besok ia harus bersekolah. Keesokan harinya…
Karin memarkir sepedanya.Ia berjalan di lapangan sekolah dan menuju kelasnya.
“Karin!” jerit Haruka.Ia melambaikan tangannya pada Karin. Koto tidak ada di sini.Sora dan Kai telah berhenti mengikuti Koto dan berhenti menjadi berandalan. Kini, ia berteman dengan Haruka dan sang ketua kelas. Haruka memeluk Karin.Ia melepaskan pelukannya dan duduk di kursinya.
“Oh, ya. Kau kan, belum pernah mengenal sang ketua kelas, bukan?”
“Aku tak pernah dapat kesempatan untuk mengenalnya,” sahut Karin.
“Kemarilah, kau pasti mengenalinya,” kata Haruka.Karin berjalan menunduk.Ia menemukan sang ketua kelas dan berjabat tangan dengannya. Tangannya begitu dingin, seperti tangan Yuichi.
“Hai, aku Karin,” kata Karin.
“Hei, jangan hanya menengok ke bawah.Menengoklah keatas,” suruh Haruka.Karin menengok ke atas.
“Kenapa kau tak pernah bilang?Kenapa aku tak pernah mengenalmu di sekolah ini?Yuichi?”Karin begitu kaget.
“Yeah, tentu saja ini aku.Kan, sudah kubilang, aku masih 17 tahun.Pastinya aku masih sekolah,” sahut Yuichi. KRIK…
Deritan jam tangan Yuichi yang dipakai Karin berbunyi. Sekarang Karin mengerti kenapa jam itu berderit. Jam itu berderit ketika pemakainya merasakan sebuah perasaan. Baik itu marah ataupun senang.

“Well, kau tahu? Kini aku telah mengerti kenapa aku begitu kesulitan sepanjang hidupku.Karena Koto yang berhasil meluapkan perasaan marahku.Kenapa aku begitu senang sekarang.Karena Yuichi berhasil meluapkan perasaan senangku.Dan semua perasaan itu kini teraduk menjadi satu berkat mereka yang telah meluapkan perasaanku.So much feelings in my life!”
TAMAT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

REVIEW BUKU: HOLY MOTHER BY AKIYOSHI RIKAKO

Judul: Holy Mother Penulis: Akiyoshi Rikako Penerbit: Penerbit Haru Genre: mystery, thriller, crime Rating: 4.9/5 Buku yang ...