Rabu, 10 April 2019

REVIEW BUKU: HOLY MOTHER BY AKIYOSHI RIKAKO


Judul: Holy Mother
Penulis: Akiyoshi Rikako
Penerbit: Penerbit Haru
Genre: mystery, thriller, crime
Rating: 4.9/5

Buku yang bikin gue sesak napas dan senam jantung karena tekniknya yang beneran ngeselin dan bikin pengen banting buku ini. Penasaran? Biar gue ulas satu per satu.

Jadi ceritanya, setelah membeli Absolute Justice, gue berniat membeli buku karya Akiyoshi-sensei lainnya. Rencananya, gue pengen beli Scheduled Suicide Day karena dari judulnya yang menarik. Namun, karena review-nya rata-rata nggak ada yang enak didengar, akhirnya gue pun mencoba mencari buku lainnya. Seperti biasa, gue selalu menggunakan mbah gugel dan Goodreads untuk mencari review buku. Yang tentunya nggak berisi spoiler.

Banyak yang bilang kalau Girls in the Dark bagus dan plot twist-nya greget. Gue pun bermaksud membeli Girls in the Dark. Namun, sebagian mengatakan bahwa Holy Mother lebih aje gile lagi plot twist-nya. Lagian, respon untuk Holy Mother juga lebih heboh dan rame ketimbang Girls in the Dark. Akhirnya, terwujudlah impian gue untuk membeli Holy Mother ini.

Gue beneran dateng ke Gramedia Matraman yang super duper jauh itu cuman demi ngejar Holy Mother. Akhirnya, buku ini pun sampai ke tangan gue. Dari blurb di belakang bukunya, menurut gue blurb-nya nggak menarik dan nggak memancing pembaca. Gue pun meninggalkan Holy Mother sebelumnya dan membeli Absolute Justice. Di kesempatan berikutnya, gue beneran membeli Holy Mother.

Sebenarnya, blurb The Dead Returns lebih menarik walau katanya sih ceritanya nggak semenarik Holy Mother, Absolute Justice, dan Girls in the Dark (yang mana ketiga buku itu digadang-gadang sebagai karya terbaik Akiyoshi-sensei yang pernah terbit di Indonesia).
Biar gue tulis jalan ceritanya.

***

Bercerita tentang ibu berusia 46 tahun bernama Honami yang tinggal di kota Aiide, sebuah kota di Jepang dekat Tokyo yang katanya tingkat kejahatannya rendah. Honami tinggal bersama suaminya dan putri semata wayangnya yang masih berusia 3 tahun, Kaoru. Anak yang dilahirkannya tiga tahun silam itu ternyata didapatkannya dengan susah payah.

Honami adalah satu dari sekian banyak orang yang menderita kelainan yang mengakibatkannya menjadi sangat susah untuk hamil. Bersama suaminya, Honami menjalani berbagai tes kemandulan. Perjuangan yang dialami Honami sangat berat dan menyakitkan demi melihat perutnya membesar dan pada akhirnya akan lahir bayi ke dunia ini. Meski dua janinnya harus meninggal dalam perutnya, pada akhirnya janin Honami yang ketiga berhasil dan benar-benar lahir.

Bayi perempuan itu dinamai Kaoru. Karena itu, Honami bertekad untuk melindungi Kaoru dengan nyawanya, bahkan ia rela melakukan apa pun asalkan Kaoru aman. Honami amat menyayangi Kaoru, meskipun kasih sayangnya nggak sampai menjurus ke perlakuan overprotektif yang biasanya ada di cerita-cerita atau film-film.

Pada suatu hari, kota Aiide digegerkan dengan penemuan mayat bocah laki-laki di tepi sungai dalam keadaan telanjang bulat, kemaluannya dipotong, dan tubuhnya dimandikan dengan peroksida untuk menghilangkan jejak. Bocah itu diselidiki dan diketahui bernama Yukio. Ternyata, setelah kematiannya, Yukio juga diperkosa oleh sang pembunuh.

Karena berita pembunuhan tersebut, Honami menjadi parno dan sangat mengkhawatirkan keselamatan Kaoru. Ia bahkan rela mengawasi Kaoru dan memantau seorang pria yang dicurigai Honami sebagai pelaku pembunuhan itu.

Setelah kematian Yukio, ada lagi berita kematian bocah lelaki lainnya. Kali ini korban bernama Satoshi, ditemukan di belakang reruntuhan rumah sakit dalam keadaan sama seperti mayat Yukio––telanjang bulat, kemaluan dipotong, dan tubuh dimandikan dengan peroksida untuk menghilangkan jejak. Namun, khusus untuk mayat Satoshi, kesepuluh jari bocah itu dipotong habis.

Gue kagum karena pembunuhnya teramat cermat dan memperhatikan setiap detail yang ada ketika membunuh korbannya. Sangat cermat dan teliti, sampai kesalahan terkecil pun tidak ada yang terlewatkan, meski ada satu kesalahan yang diperbuatnya.

Cerita diceritakan dengan menggunakan sudut pandang orang ketiga. Ada empat orang tokoh utama di cerita ini yakni Honami, Sakaguchi dan Tanizaki yang merupakan detektif yang menangani kasus pembunuhan itu, serta Makoto yang merupakan siswa SMA yang aktif dalam olahraga kendo. Setiap bab menceritakan satu orang.

Bab pertama menceritakan Honami, bab kedua menceritakan Sakaguchi dan Tanizaki, bab ketiga menceritakan Makoto, lalu bab selanjutnya kembali lagi ke Honami, Sakaguchi dan Tanizaki, Makoto, dan begitu seterusnya.

Sementara itu, pembunuhnya sudah di-reveal di bab 3. Awalnya, gue mikir bahwa bukan dialah pembunuhnya, karena nggak mungkin Akiyoshi-sensei membuat identitas terbuka seperti ini. Gue pun mulai mencari-cari orang lain yang bisa dijadikan tersangka, baik dalam pikiran gue maupun sudah dicurigai di ceritanya.

Tentunya setelah baca-baca banyak review yang nggak ber-spoiler, gue jadi lebih cermat dan waspada. Katanya plot twist-nya aje gile banget, jadi gue mesti memperhatikan setiap detail yang ada dan harus lebih cermat kalo nggak mau ketipu.

Awalnya, gue mencurigai Sakaguchi dan Tanizaki. Mereka nggak punya motif apa-apa, lagian mereka kan juga polisi, mana mungkin mereka yang bunuh Yukio dan Satoshi? Tapi, terkadang nggak menutup kasus bahwa sebenarnya polisi yang menangani sebuah kasus adalah pembunuh itu sendiri. Bisa jadi, kan?

Lalu, ayah Yukio yang sering menyiksa Yukio. Dia dijadikan tersangka di kantor polisi dan terus diteliti.

Tersangka ketiga, gue mencurigai Honami sebagai pembunuhnya, karena dia amat menyayangi Kaoru dan terus memantau si pria yang dicurigainya sebagai pembunuh.

Gue juga mencurigai Watanuki, teman Makoto dalam klub kendo di SMA-nya. Watanuki adalah cowok baik yang pernah mengatakan bahwa dia menyukai Makoto, jadi gue simpulkan dia adalah gay. Nggak bisa dipungkiri juga, karena Makoto memang laki-laki yang berpenampilan “cantik”, tapi nggak bencong.

//btw apa cuman gue di sini yang ngebayangin visualnya Tanaka Makoto itu sebagai Tachibana Makoto dari anime Free!? Nama Makoto kan banyak dipake, tapi entah kenapa pikiran gue cuman mengarah ke situ, lagi pula sifat mereka mirip karena sama-sama humble dan lembut wkwkwk //

Jangan-jangan Watanuki pembunuhnya? Gue mikirnya sih gitu, soalnya dia kan punya kelainan seks menyimpang.

Mungkin aja dia yang bunuh Yukio dan Satoshi, karena kedua bocah itu adalah laki-laki. Namun, Watanuki pernah bilang kalau dia nggak suka anak-anak karena dianggapnya berisik (sama kek gue). Justru, yang menyukai anak-anak adalah Makoto sendiri.

Ada juga Tateshina, cowok mesum dan pemabuk yang tinggal sendirian di apartemen. Tateshina sendiri adalah cowok yang dicurigai sebagai pembunuh oleh Honami dan dibuntuti oleh Honami selama ini. Baru dicurigai, loh. Gue nggak mau spoiler wkwkwk.

Dan ternyata …?

Padahal udah yakin berat kalo pelakunya adalah Watanuki, tapi …

… apa yang gue temukan …?

SIALAN, GUE KETIPUUUUUU!!!!!!

Sebenarnya, poin utama dari cerita ini adalah kasih sayang seorang ibu terhadap anaknya. Seorang ibu yang rela melakukan apa pun demi anaknya asalkan anaknya selamat dan bahagia, walaupun dirinya sendiri rela menjadi iblis keji.

Di buku ini, kalian dapat melihat kasih sayang seorang ibu dalam versi dark yang jelas beneran bikin merinding.

***

Alur ceritanya sebenarnya simpel, menceritakan mengenai kehidupan sehari-hari seorang ibu rumah tangga dan anaknya, dua orang polisi yang disatukan sebagai rekan, serta seorang anak SMA sekaligus pelatih kendo anak-anak. Namun, karena kasus pembunuhan itu, mereka semua jadi kayak tokoh yang kelimpungan dan hidupnya amat terganggu, terutama Honami.

Dari ketiga tokoh utama itu, pribadi gue paling suka sama Makoto yang unik. Entah kenapa gue kurang sreg sama Sakaguchi dan Tanizaki, nggak tau kenapa gitu ya wkwkwk. Untuk Honami, gue sangat menyukai tokoh satu ini, tapi overall gue lebih suka Makoto.

Seperti yang gue bilang, gue udah mencurigai banyak orang sebagai pelakunya, tetapi yang paling gue curigai adalah Sakaguchi dan Watanuki. Untuk Sakaguchi, gue mencurigainya karena gue pengen melihat “bagaimana jika” seorang polisi yang harus menangani kasus pada akhirnya terungkap merupakan pembunuh itu sendiri? Makanya gue perhatikan gerak geriknya.

Lalu Watanuki yang mencurigakan karena dia gay. Karena korban pembunuhan dan pemerkosaannya cowok semua, nggak menutup kemungkinan jika Watanuki-lah yang membunuh mereka. Dan yang paling meyakinkan adalah Watanuki, walaupun dia membenci anak-anak. “Ayolah, pasti Watanuki yang bunuh. Pasti Watanuki, nggak salah lagi!” pikir gue. Namun, BIG WRONG!

PLOT TWIST-NYA, KALIAN NGGAK AKAN PERCAYA! KALIAN NGGAK AKAN BISA NEBAK JALAN CERITANYA KECUALI UDAH SAMPE ENDING. DAH GITU AJA.

Gue kasih banyak bintang untuk plot twist-nya dan alurnya yang teramat rapi, sehingga nggak ada yang bisa nebak. Foreshadowing dan red herring-nya sebenarnya udah tersedia di sepanjang cerita, tapi pembaca sama sekali nggak menyadarinya. Foreshadowing-nya nggak ketebak dan samar, bener-bener samar, bahkan lebih samar dari foreshadowing buku thriller mana pun yang pernah gue baca.

Red herring-nya juga samar. Apa yang menyadari red herring ini hanya gue, atau gue sendiri yang “membuat” red herring-nya? Apa cuman gue doang yang mencurigai Watanuki? Segitu jahatnya ya gue sama si Watanuki.

Namun, ada satu hal yang menghilangkan satu bintang sehingga poin menjadi 4.9, bukan 5. Sesuatu. Ada sedikit kesumbangan pada bagian plot twist di akhir. Bagian yang masih menjadi misteri di kepala gue sampe sekarang. Bahkan, gue sendiri agak lupa itu apa, karena bagian itu amat samar.

Plot twist-nya lebih aje gile dibandingkan Absolute Justice yang cuman gitu doang dan terkesan cuman buat menegaskan jalan cerita. Kalau yang ini benar-benar mengungkap seluruh isi cerita yang merupakan kebohongan belaka.

Overall, buku ini WAJIB dibaca bagi pecinta misteri/thriller. Sayang banget kalo kalian melewatkan buku ini. Sayang banget pokoknya. Apalagi bagi yang mencari plot twist yang menusuk dada. Direkomendasikan banget nih!!!!!!!

Namun, kurang cocok dibaca buat anak bocah. Novel ini memang tertulis PG17+, tapi emang gue peduli apa walau umur gue masih 15 tahun? Wkwkwk. Yang penting novel misteri, dan bakalan gue baca. Adegan kekerasannya cukup eksplisit, dan penjelasan mengenai adegan seksualnya juga cukup diumbar banyak. Namun, masih dalam batas yang wajar, nggak ampe kebablasan parah kek buku porno. Ini bukan buku porno! Beda jauh woiiii!!!!

Direkomendasikan banget! Nyesel dah kalo ngelewatin yang satu ini!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

REVIEW BUKU: HOLY MOTHER BY AKIYOSHI RIKAKO

Judul: Holy Mother Penulis: Akiyoshi Rikako Penerbit: Penerbit Haru Genre: mystery, thriller, crime Rating: 4.9/5 Buku yang ...