Selasa, 02 April 2019

REVIEW BUKU: OBSESI BY LEXIE XU


Judul: Obsesi
Penulis: Lexie Xu
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Genre: mystery, thriller, teenlit
Rating: 4.0/5

Oke. Gue terbilang terlambat dalam mengikuti serial ini. Karena, gue dikenalkan Omen Series––serial prekuel Johan Series yang dirilis setelah Johan Series resmi tamat––terlebih dahulu, bahkan sebelumnya gue nggak tau Johan Series itu apaan wkwkwk. Meskipun gue baca prekuelnya terlebih dahulu, tapi nggak ada salahnya kan untuk mengikuti cerita debut Kalex ini?


Abis baca Omen Series, gue jadi ketagihan baca karya Lexie Xu yang lain. Maklum, udah resmi jadi Lexsychopaths gue wkwkwk. Oke, daripada kebanyakan curcol nggak jelas, mendingan gue langsung mulai plot dan review-nya aja.
.
.
.
.
.
Sudah menjadi ciri khas Kalex yang memakai blurb yang panjang lebar di belakang buku. Tapi sama sekali nggak memuat spoiler kok.

Menceritakan tentang persahabatan superakrab antara Jenny Angkasa dengan Hanny Pelangi. Mereka berdua bagaikan bumi dan langit. Jenny adalah anak tenang yang low profile, sementara Hanny adalah cewek populer yang hobi bergonta-ganti pacar. Persahabatan mereka terkenal hingga seantero sekolah mereka, yakni SMA Persada Internasional.

Ternyata, nama Jenny tidak hanya satu-satunya di sekolah mereka––bahkan di kelas mereka. Selain Jenny Angkasa, ada dua Jenny lainnya yang menghuni kelas tersebut. Pertama, Jenny Bajaj. Dijuluki demikian lantaran saat hari pertama masuk sekolah, kaki Jenny terlindas bajaj. Namun, justru Jenny menangis keras-keras dengan gayanya yang drama queen sehingga mendapat julukan Jenny Bajaj.

Kedua, Jenny Limantara atau yang lebih akrab disapa Jenny Tompel. Jenny Tompel dikenal sangat membenci tompel yang berada di wajahnya, sehingga tompelnya selalu menjadi kambing hitam atas segala masalah sepele. Masalah apa pun yang terjadi, Jenny pasti akan senantiasa menyalahkan tompelnya. Selain itu, dia juga mudah iri dan agak pemarah. Lebih senang dipanggil J-Li supaya mirip dengan idolanya, yakni J-Lo alias Jennifer Lopez.

Sementara Jenny Angkasa sendiri, yang namanya sering disingkat Jenasa (Jenny Angkasa), kerap kali dipanggil Jenny Jenazah oleh teman-temannya.

Back to the story.

Persahabatan Jenny dan Hanny terpaksa hancur karena suatu masalah. Jenny menyukai cowok yang bernama Tony Senjakala, yakni cowok yang populer di sekolahnya. Suatu hari, Tony dan sahabatnya, Markus Mann mengajak Jenny dan Hanny pergi berkencan. Jenny mengira bahwa acara kencan ini adalah kencan antara Tony dan Hanny, sebab ia mengira bahwa Tony tidak bakalan melirik cewek sepertinya.

Namun, dugaan Jenny meleset. Ternyata, Tony menyukainya. Sebelumnya, Tony mengajak Hanny berpacaran dan langsung berpindah kepada Jenny. Menurut Johan––cowok misterius berkacamata yang duduk sendirian di bangku belakang––, hal itu dilakukan Tony untuk memenangkan taruhan dan berkomplot dengan Jenny. Tentu saja Hanny menjadi marah, dan ia pun jadi memusuhi Jenny.

Hanny bahkan menyumpahi Jenny supaya sial seumur hidup. Beberapa hari setelah sumpah itu dilontarkan, Jenny Bajaj dan Jenny Tompel mulai mengalami kecelakaan. Karena, sumpah itu ditujukan kepada Jenny. Jenny otomatis mengira bahwa korban selanjutnya adalah dirinya.

Kejanggalan terjadi di rumah Jenny yang katanya angker. Yep, rumah yang Jenny tempati sebenarnya adalah bekas rumah Johan. Merasa tidak aman, akhirnya Tony dan Markus memutuskan untuk menjaga dan memata-matai rumah Jenny.

Sementara itu, rumah Hanny justru akrab dengan Johan, si cowok misterius berkacamata. Karena menyukai dan terobsesi dengan Hanny, Johan pun membenci Jenny yang pernah bersahabat dengan Hanny. Karena itu, ia rela melakukan apa pun untuk menyingkirkan Jenny.
.
.
.
.
.
Ketimbang Omen Series, Johan Series ini lebih dapat cringe dan horornya. Meski bukan novel horor, tapi horornya berasa loh. Apalagi kalo udah pas bagiannya si Johan. Merinding gue wkwkwk. Gue juga horor sendiri pas baca bagian tentang hantu ibu dan anak yang katanya menghuni rumah Jenny. Juga, pas bagian Jenny Bajaj ama Jenny Tompel kecelakaan.

Dan yang gue suka dari novel ini adalah, gue suka dengan pemilihan nama tokoh ala Kalex. Di Johan Series, nama-nama tokohnya mengandung unsur seperti “langit” gitu. Jenny Angkasa, Hanny Pelangi, Tony dan Tory Senjakala. What a creative name!

Menurut gue, ceritanya amat menarik. Jarang-jarang ada teenlit yang mengeksplor tema semacam ini. Kalau biasanya teenlit cuman berfokus pada cinta-cintaan alay yang nggak guna, maka di sini cinta-cintaan hanya sebagai bumbu. Ditambahin unsur komedi malah. Ya, thriller-nya dapet, walaupun misterinya nggak terlalu dapet.

Sebenarnya, novel ini bukan novel misteri sih kalo menurut gue. Nggak ada twist-nya. Dan ini yang bikin gue rada kecewa. Atau mungkin, ada twist sedikit tapi gue kurang perhatiin? Hanya saja, twist-nya nggak terlalu membahenol? Mungkin. Cuman sebatas thriller dan action doang. Tapi, tentu saja ditambahkan unsur cringe dan creepy-nya sedikit.

Gue suka cerita ini, tapi agak gimana gitu. Gue mungkin kurang menyukai idenya dan klimaksnya yang rada … gimana ya? Susah jelasinnya. Tapi overall, ceritanya bagus kok. Beneran bikin tegang.

Nah, kalo ada dari kalian yang mau nyari cerita teenlit tapi mengandung unsur thriller, bisa dicoba nih. Dijamin nggak bakal nyesel, deh!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

REVIEW BUKU: HOLY MOTHER BY AKIYOSHI RIKAKO

Judul: Holy Mother Penulis: Akiyoshi Rikako Penerbit: Penerbit Haru Genre: mystery, thriller, crime Rating: 4.9/5 Buku yang ...