Minggu, 19 Maret 2017

FAN FICTION STORY: KALUNG PERSAHABATAN TEMAN-TEMANKU HATSUNE MIKU



Hai, semuanya! Kali ini, aku mau bagi-bagi cerita, nih. Cerita ini bukan buatan aku, tapi buatan adik perempuan aku, namanya Laras. Masih lima tahun. Dia bikin cerita fan fiction Hatsune Miku (sama-sama fans HM juga kayak aku). Judul fan fiction-nya adalah Kalung Persahabatan Teman-temanku Hatsune Miku. Ceritanya cuman aku edit tulisannya doang, nggak diedit isinya biar original gitulooooh. Adik aku masih belajar bikin cerita, kalo ceritanya agak susah diterima kalian ya dimaklumin aja. Adik aku lima tahun, kan. Okay, enjoy this!

KALUNG PERSAHABATAN TEMAN-TEMANKU HATSUNE MIKU

By: Laras


Kalung persahabat teman temanku hatsune miku
Suatu hari hatsune miku berbincang adiknya
Tiba tiba ada temanya dia berlari bertemu
Teman temannya mereka membeli es krim
es krim hatsune miku jatuh dia marah es krim adiknya juga jatuh dia juga
 marah kalungnya terlepar dan teman mengambil kalungnya
 tiba tiba ada truk yang besar temanya
tertabrak hatsune miku terkejut
temanya meninggal
hatsune miku marah ini tidak
boleh terjadi
kata adiknya huh huh rohnya temanya masih hidup
dia tidak mau berbincang
mereka terus berjalan 
teman temanya sedang melihat bintang
tiba tiba temanya sampai dia masih
tidak berbincang dengan teman temanya
dia menjadi wanita meninggal dadah
teman temanku mereka melihat
sudah tidak ada
selesai

Nah, gimana? Ada kritik atau pujian dari kalian?

Source: Privacy folder in my laptop: SIWI (punya adik aku)

Sabtu, 18 Maret 2017

KARAKTER VOCALOID FAVORITKU (semoga kalian juga suka)


Hello, minna-san! Berhubung akhir-akhir ini aku lagi demen banget sama vocaloid. Oleh karena itu, aku pengen nge-share ke kalian tentang karakter vocaloid favoritku. Semoga ada yang kalian suka dan jadi idola kalian. Plus, sekalian aku kasih gambarnya yang keren, yang gede biar bisa kalian download, terus kalian jadiin wallpaper. Oke, lihat ini, yuk!

Kamis, 16 Maret 2017

ETERNAL HOSTILITY (PART 2): TRY TO REMEMBER



Carlos mengerang kesakitan sambil memegangi kepalanya. Pusing, sakit kepala, semuanya tercampur aduk. Otaknya sedang bekerja keras.

“Carlos!” pekik Nelson. Ia segera membantu sahabatnya yang sudah terbaring di lantai sambil memegangi kepalanya.

“Aarrgghh! Nelson! Tolong aku! Aakkhh!” erangan Carlos semakin keras. Ini rasa sakit yang luar biasa. Kemudian, Nelson merayap menuju kepala Carlos dan ia membuka mulutnya lebar-lebar. Setetes air berwarna biru terjatuh dari mulut Nelson.

“Itu adalah obat yang bisa menghilangkan rasa sakit dalam waktu lima detik,” ujar Nelson. Tak lama kemudian, Carlos menghela nafas lega. Rasa sakitnya sudah hilang.

“Haaah… syukurlah…” katanya. “Nelson… aku seperti mengingat sesuatu… sesuatu yang… sesuatu…” namun, belum selesai bicara, mata Carlos tertutup rapat. Ia pingsan karena terlalu banyak pikiran di kepalanya. Namun sepertinya, ada sesuatu yang ia ingat sebelum pingsan.

Sesuatu…
***
“Kenapa?! Kenapa kau berkhianat seperti ini?! Kenapa?!” pemuda itu menjerit. Ia meringkuk di sebuah gubuk kecil. Di hadapannya, seorang pria tinggi besar tengah menyorotkan tatapan tajam. Walaupun pria itu hanya terlihat seperti siluet, namun ia bisa melihat tatapan tajam penuh kejahatan dan kebenciannya.

Sedangkan pemuda itu…

Ia meringkuk di pojokan dengan tubuh berlumuran darah. Ia tak sekuat sekarang. Ia sudah menyerah. Kekuatan besarnya sudah tidak berguna lagi. Pria itu telah menghajarnya. 

“Kenapa kau berkhianat?” pemuda itu kembali bertanya. “Jawab aku! Jangan abaikan pertanyaanku!”

“Aku berkhianat karena… kau sudah bukan lagi anak normal yang kukenal dulu. Aku memang anak abnormal saat masih kecil, tapi sekarang kau juga abnormal, namun kau bukan lagi sahabatku…”

“Hanya karena aku adalah orang yang sangat dibenci oleh keluargamu, kau juga ikut-ikutan, begitu?!” 

“Bukan itu alasannya… AKU PUNYA ALASAN TERSENDIRI… KAU HANYALAH MAKHLUK RENDAHAN YANG PAYAH…”

Pemuda itu benar-benar merasa terpukul sekaligus terkejut.
***
“Ah… itu… hanya itu yang kuingat…” kata Carlos.

“Baguslah, kau bisa mengingat sedikit tentang hidupmu,” kata Nelson. Tiba-tiba, bel rumah Carlos berbunyi. Carlos turun ke bawah dan membukakan pagar rumahnya. Seorang gadis cantik dengan mata berwarna putih yang mencolok tersenyum kepada Carlos.

“Carlos… aku… aku… terima kasih!” seru gadis itu sambil memeluk erat Carlos. Walaupun Carlos tak mengerti, tapi setidaknya ia merasakan kehangatan dan cinta dari gadis itu. Carlos balas memeluknya. Selesai memeluk Carlos, gadis itu berkata. “Terima kasih bantuanmu. Jika aku tak dibantu olehmu, mungkin aku akan mati hari itu. Terima kasih, terima kasih banyak!” sang gadis tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih kepada Carlos.

Namun, pemuda tampan itu hanya menatapnya dengan bingung.

“Kenapa wajahmu terlihat bingung, sih, Carl?” gadis itu memegang pipi Carlos sambil menatapnya dengan bingung.

“Aku tidak tahu siapa kau dan apa alasanmu berterima kasih kepadaku,” sahut Carlos.

“Kenapa kau tidak tahu? Namaku adalah Ditani Miyuki. Aku tidak tahu kenapa kau bingung saat melihatku,” kata Ditani.

“Oh, hai, Ditani. Namaku Carlos Casena. Kau… kenapa rambutmu putih? Apakah kau mengecat rambutmu?” 

Ditani menatap Carlos dengan raut wajah bingung. 

“Apa yang kau katakan? Bukankah sudah kujelaskan kenapa aku memiliki rambut putih? Well, waktu masih bayi, tegangan listrik besar menyetrumku saat tiang listrik di samping rumahku roboh tersambar petir. Alhasil, rambut hitamku berubah menjadi putih begini,” ujar Ditani.
***
Nelson memanggil seorang dokter untuk memulihkan ingatan Carlos. Ia datang bersama dokter co-as yang mengikutinya.

“Nah, jadi keluhan apa yang kau rasakan?” tanya dokter itu. Sang co-as yang memakai masker itu hanya diam sambil memandangi Carlos dengan tatapan dingin.

“Aku… aku… amnesia…” sahut Carlos.

“Baiklah, kita akan menidurkanmu dan membuatmu berbicara di dalam alam bawah sadar. Siapa tahu ingatanmu masih terpendam dan alam bawah sadarmu akan berbicara kepada kami,” kata sang dokter. Ia pun menghipnotis Carlos. Mungkin, hypnotherapy akan berhasil.

Tak lama kemudian, Carlos mulai mengantuk. Matanya terasa berat. Namun, sebelum tertidur, ia melihat sesuatu. Dokter co-as itu membuka maskernya. Memperlihatkan seringai bengis dan mata merah yang tidak bisa hilang dari ingatannya. Juga wajahnya…

Wajah yang pernah ia lihat sebelumnya…
***
“Nah, bagus. Cobalah katakan sesuatu tentangmu,”

“Tidak… aku tidak tahu… aku tidak tahu apa yang terjadi. Sesuatu menghantamku,”

“Mungkin itu yang ingin kau katakan kepada kami. Teruskan, kami ingin mendengar ceritamu,”

“Tali itu telah putus… tali itu digantikan oleh tali hitam… tak akan pernah putus sampai kapanpun. Tali hitam itu tak akan pernah putus…”

“Apa maksudmu?”

“Tali hitam yang tak pernah putus..." setelah itu, suasana kembali hening seperti biasa. Namun, sesaat kemudian, keheningan itu disambut dengan tawa kejam yang mengerikan di dalam ruang tamu yang dingin itu. Lalu, tawa dari mulut seseorang itu berhenti. Seorang pria berdiam diri dengan wajah tanpa ekspresi. 

Suasana di sini jadi kembali hening. Sangat cocok dengan ruangan dingin ini. 

"Ruangan ini sangat dingin, seperti darahku. Aku memang berdarah dingin..." suara mengerikan itu menggelegar di dalam ruangan. Menggema, membuat gadis yang dikenal sebagai Ditani itu membisu ketakutan. Bibirnya bergetar pelan.

"Kenapa...?" hanya itu kata yang terlontar dari mulutnya ketika melihat sesuatu mengerikan di hadapannya.

"AARRGGHH!" dokter itu mengerang keras ketika sesuatu yang tajam menghujam lehernya dan menguras habis darahnya. Dokter itu pun terhuyung dan jatuh ke lantai tak bernyawa. 

"Well, tali hitam yang kau sebutkan itu memang tak pernah putus... HAHAHA..."

"Jadi kau sudah berani kepadaku, hah? Baiklah jika kau memang menantang aku," Carlos bangkit dari kursinya. Namun, matanya masih tertutup. Ia mengingat seluruh memori kehidupannya. Di bawah pengaruh hypnotherapy. Di bawah alam bawah sadar, ia mengingat semuanya. Ia berjalan bangun menantang sang co-as yang rupanya vampir itu.

"Kau belum bangun. Kalau kau mau menantangku, BANGUNLAH!" seru vampir kejam itu. 

DUAGH!
 ***
"Carlos... kau sudah sadar?" suara Ditani terdengar samar-samar di telinga Carlos. Mata Carlos berkedut perlahan. Ia pun membuka matanya.

"Apa yang terjadi?" tanya Carlos.

"Kau baru saja dipukul oleh dokter co-as sialan yang tadi. Kurasa, di bawah alam bawah sadar, kau mengingat seluruh hidupmu. Tapi kau mengingatnya dalam tidur," kata Nelson. "Kau ingat sesuatu sekarang?"

"Hmmh... sepertinya aku mengingat sesuatu,"

"Apa yang kau ingat?"

"Musuhku,"

 BERSAMBUNG... 

Jumat, 10 Maret 2017

MENGENAL LEBIH DEKAT SCP



SCP? Apa itu SCP? Apakah kalian pernah mendengarnya? Yup, SCP adalah singkatan dari Secure, Contain, Protect. SCP adalah sebuah organisasi yang sulit dipercaya dengan akal sehat. SCP diyakini sebagai organisasi rahasia yang benar-benar ada, namun ada sebagian orang yang tidak mempercayainya. Bahkan, ada situs SCP yang benar-benar menjelaskan apa itu SCP. Aku pernah memasuki situs itu, walaupun berbahasa Inggris, tapi aku ngerti, kok. Isinya? Aneh, aku nggak bakalan paham apa isinya. Well, kalau mau tahu lebih banyak, silakan cek situsnya di:

http://www.scp-wiki.net/

Okelah, daripada kelamaan, mendingan langsung kujelasin apa itu SCP.

Berikut adalah tujuan-tujuan dari SCP:

- Secure: Mengamankan. Yap, SCP bertugas mengamankan koleksi dari apapun yang telah mereka ciptakan dari media, orang, atau siapapun yang mengancamnya.

- Contain: Menyimpan. SCP harus menyimpan semua koleksinya agar tidak mengganggu dan membunuh manusia lainnya.

- Protect: Melindungi. SCP harus melindungi semua koleksi mereka dari manusia yang ingin menggunakan koleksi-koleksi SCP.

Koleksi-koleksi SCP pun memiliki kelas. Berikut ini ulasannya:

-Safe: Artinya, koleksi SCP yang berada dalam kelas Safe dipastikan aman. Walaupun sebenarnya bisa saja menjadi berpengaruh. Namun, pengaruh dari koleksi kelas Safe ini tidak menimbulkan kematian.

- Euclid: Koleksi SCP yang berada dalam kelas Euclid ini sulit ditebak. Ada Euclid yang berbahaya dan ada juga yang tidak. Namun, biasanya Euclid memiliki perilaku yang tidak disadari.

- Keter: Keter adalah kelas untuk koleksi SCP yang berbahaya dan harus diisolasi dengan pengamanan ekstra agar sewaktu-waktu tidak lepas. Sebab, kelas Keter sangatlah membenci manusia.

Setelah membahas kelas-kelas SCP di atas, berikut adalah beberapa makhluk SCP yang akan kubahas mulai dari kelas Safe, Euclid, sampai dengan Keter.

1. SCP 127-The Living Gun
SCP 127 atau The Living Gun adalah sebuah koleksi SCP yang berwujud pistol berisi bahan-bahan organik. Kelasnya Safe. Namun, SCP yang satu ini bila ditembakkan akan mengeluarkan gigi yang menjadi pelurunya.

2. SCP 173-The Scuplture
SCP 173 atau The Scuplture adalah koleksi SCP dari kelas Euclid yang paling berbahaya. Ia berwujud sebuah patung yang akan bergerak jika kita berkedip. SCP ini akan membunuh dengan mematahkan tulang belakang manusia. Syaratnya, jangan berlari membelakanginya atau kalian akan mati.

3. SCP 073-Cain
SCP 073 atau Cain adalah sebuah koleksi SCP yang berwujud pria dengan tangan robot. Ia berasal dari kelas Euclid.

4. SCP 076-Able
SCP 076 atau Able adalah koleksi SCP dari kelas Keter yang berwujud seorang pria berambut gondrong dengan tubuh penuh tato. Gerakannya sangat cepat dan kuat. Kadang, ia sering dibandingkan dengan Cain.

5. SCP 682
SCP 682 aku tidak tahu nama julukannya. Ia berasal dari kelas Keter. SCP ini berwujud reptil raksasa seperti dinosaurus dan bisa beregenerasi. Namun, ia pernah lepas dari kandangnya dan membunuh banyak orang. Setelah itu, ia dimusnahkan.

6. SCP 049-Plague Doctor
SCP 049 atau Plague Doctor adalah salah satu koleksi SCP yang berasal dari kelas Keter. Ia sangat berbahaya. Selalu terlihat memakai topeng berbentuk paruh burung dengan jubah hitam.

7. SCP 169-Leviathan
SCP 169 atau Leviathan adalah koleksi SCP melebihi besar makhluk apapun di dunia ini. Gambar di atas adalah gambarnya dengan Amerika Selatan dan Afrika.

Bagaimana, apakah artikel SCP di atas membantu kalian? Semoga bermanfaat...

sumber gambar: google.co.id

REVIEW BUKU: HOLY MOTHER BY AKIYOSHI RIKAKO

Judul: Holy Mother Penulis: Akiyoshi Rikako Penerbit: Penerbit Haru Genre: mystery, thriller, crime Rating: 4.9/5 Buku yang ...